Titik cerah setelah hujan

beberapa pekan ini langit mendung kelabu..

jendela hati dibasahi tetes hujan

mengalir deras….

dan hujan masih terus saja turun menggenangi

tak terluput, di pelupuk mata turut menggenang

siap kapan saja untuk meneteskan buliran air

 

tapi setelah hujan ada pelangi…

embun yang tertinggal telah menguap karna hangatnya kasih….

 

mata yang tergenang tadi, kini memandang fokus ke arahNya

bibir mengucap syukur, hati bersukacita..

Damai sejahtera Tuhan tinggal didalam hati….

 

tinggal sepenggal pesan yang bahkan tak bisa ku sampaikan sendiri.

 “Zefanya 3:17  ~Ia membaharui engkau dalam kasihNya~”

 

Thanks God, jalanMu yang terbaik.

You never change, you are the God you say you are;
When I’m afraid you calm and still my beating heart.
You stay the same, when hope is just a distant thought,
You take my pain, and you lead me to the cross

What love is this, that you gave your life for me
And made a way for me to know you
And I confess you’re always enough for me you’re all I need

I look to you, I see the scars upon your hands.
And hold the truth, that when I can’t you always can.
I’m standing here, beneath the shadow of the cross.
I’m overwhelmed that I keep finding open arms.

What love is this that you gave your life for me
And made a way for me to know you
And I confess, you’re always enough for me
You’re all I need

Jesus in your suffering you were reaching your thought of me
Jesus in your suffering you were reaching your thought of me

What love is this, that you gave your life for me
And made a way for me to know you
And I confess, you’re always enough for me
You’re all I need

What love is this, that you gave your life for me
And made a way for me to know you
And I confess, you’re always enough for me
Always enough for me
Always enough for me

“Sederhana tapi ternyata indah”

tuk.. tuk… ujung pensil berwarna pink itu terus saja diketukkan ke kepalanya sendiri oleh anak kecil umur 7 tahun berwajah cantik. Nampaknya ia sedang berpikir sembari melayangkan tatapan kosong ke kertas putih didepannya. 

Waktu terus berjalan, tapi Yemi masih belum mendapat ide untuk tugas sekolah minggu nya yang diberikan minggu lalu.

“Mamaaaaaaaaaaahhhhhhh…. tolongin!” teriak yemi.

“Kenapa sih Yemi?” jawab mamah dengan wajah bingung.

“Ini loh mah, kemaren itu bu guru kasih PR sekolah minggu, membuat kertas pembatas Alkitab. Aku ngga bisa buatnya, mah.” rengek anak itu.

“Jangan bilang ngga bisa duluan, nak. Kamu buat semampunya aja ya, yang penting kan udah berusaha. Bu guru nya pasti kasih tugas sesuai kemampuan kalian.”

“aaaah mamah…..”

walaupun sedikit merengek, tapi Yemi tetap berusaha mengerjakan. Digunting lah kertas yang didepannya tadi menjadi bentuk love. Ia menulis dengan hati-hati setiap kata demi kata dari ayat Alkitab yang telah ditentukan guru untuk ditulis di kertas pembatas Alkitab.

Yemi memberikan warna biru dan malah bukan pink di kertas bentuk love nya itu. Padahal love biasanya identik dengan warna pink. Entah apa yang dipikirkan anak manis ini.

Hari minggu tiba..

Pagi minggu ini Yemi bangun dengan malas-malasan. Ia ragu dengan pekerjaan tangan yang telah dibuatnya kemarin. Dilihatnya kembali kertas pembatas Alkitab tersebut. Nampak sederhana, berwarna biru dan berbentuk love dan terdapat tulisan ditengahnya. Yemi berpikir pasti punya teman-teman yang lain sangat bagus dan berbentuk indah.

Setelah Puji-pujian, guru sekolah minggu menyuruh anak-anak untuk maju kedepan dan membawa hasil pekerjaan mereka. Tibalah giliran Yemi, isi ayat nya berbunyi:

“Anak-anakKu, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. I Yoh 3:18”

Ayat yang sungguh bermakna..

“Kenapa punya Yemi dibuat model seperti itu?” tanya guru.

Dengan polos di jawabnya, “ini bentuknya love, berarti hati Tuhan. Warnanya biru karena cintanya Tuhan itu seperti langit yang luaaaaaaaaaaaaas sekali, kayak lagu sekolah minggu kita itu loh bu.” kata Yemi sambil membentangkan tangannya saat mengucapkan kata ‘luas’.

Ibu guru hanya tersenyum..

Saat semua sudah dikumpulkan, Ibu mengumumkan bahwa punya Yemi termasuk yang paling baik. Walaupun sederhana, tapi punya Yemi memiki arti yang dalam dibandingkan dengan teman-teman yang lain.

Yemi sangat senang, walaupun punya dia begitu sederhana tapi ternyata indah dimata orang lain.

“Demikian juga dengan setiap manusia, Tuhan tidak pernah melihat baik buruknya rupa manusia. Sesederhana apa tampilan fisikmu, sesederhana apa cara kamu membalas kasih Tuhan. Walaupun kadang kamu lalui dengan rengekkan sedih dan kepasrahan, tapi yang pasti kamu sudah berusaha melakukannya dengan segala kemampuanmu. Karena yang Tuhan lihat adalah ketulusan kasihmu kepadaNya selama menjalani tugas hidup didunia ini. Dimulai dari keinginan dihatimu, dan akhirnya hendaklah kasih itu dinyatakan dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Dan Tuhan akan membuat yang nampak sederhana itu, menjadi indah. Sebab kamu berharga dimataNya.”

Tetap fokus kepada Tuhan dan rasakan kasih-Nya disepanjang harimu. Jesus Bless You 🙂

Cari Pengalaman

Waktu terus berjalan, namun tenang! libur masih belum usai..

Cuaca pagi ini terasa cukup panas, ditambah lagi keberadaanku disekolah ditengah hiruk pikuk orang-orang mendaftar ulang dan pengambilan ijazah.

Masih sama seperti hari sebelumnya, aku dan Dyta si Ketos dan dua orang rekan lain sedang sibuk mempersiapkan kegiatan MOS yang tanggal 22 nanti akan dimulai.

Kali ini base camp kami bekerja adalah suatu ruang kecil yang bisa dibilang sedikit gelap. Hampir semua teman SMADA pasti pernah keruang ini.. ya ini adalah ruang fotocopy sekolah, yang sempat lama tutup cerita.

Tak kalah dengan suasana diluar, fotocopy sekolah juga sedang ramai oleh orang-orang yang memfotocopy ijazah dan berkas daftar ulang.

Disana juga hadir seorang guru yang sudah sangat tidak asing bagi kami. Guru itu ialah Pak Rudy. Sembari kami bekerja, beliau bertanya tempat untuk menukar uang besar dengan uang logam. Sekilas ku amati, petugas fotocopy tidak bisa memberi kembalian karna tidak ada uang recehan. Sempat terjadi kebingungan juga diantara kami. Lalu salah satu diantara kami bilang, “tukar di BI tu bisa”. “Cari pengalaman” ucap Pak Rudy menambahkan.

Singkat cerita selesailah pekerjaan kami ini. Pak Rudy tadi memberikan selembar uang 50 ribu untuk ditukarkan. Sambil mengobrol kami berpikir dimana menukar uang tersebut, sedikit bercanda ujarku “nah yo celengan siapa yang kita pecahin, haha”. Daripada kelamaan berpikir akhirnya aku dan Dyta pergi saja ke BI (Bank Indonesia), itung-itung “mencari pengalaman”.

Tiba di BI, dan giliran dilayani pun tiba…..

Tepat berada didepan mas petugas yang menggunakan masker, Dyta mengatakan mau menukar uang logam. “Untuk apa mbak? Kawinan? Berapa?” demikian rentetan pertanyaan dari mas itu. “gini mas, 20 ribu untuk 100 rupiah dan 200 rupiah, 10 ribunya 500 rupiah”. “ngga bisa mbak, disini kalau menukar uang 200an itu harus 1 kotak nilainya 200ribu, kalau 500an bisa 1 bal nya 12.500 rupiah, 100 nya lagi kosong. Jadi gimana?” tanya mas itu lagi. “hmm, bentar mas, ditanya dulu”, Dyta memutuskan.

Akhirnya kami pikir telepon saja Pak Rudy. Kebetulan aku punya nomornya…

Kali ini giliran aku yang maju mendatangi petugas. Bukan mas lagi sekarang, namun bapak-bapak. “ini pak ditukar dengan uang logam 500an” sembari menjulurkan uang.. “untuk apa de?” | “untuk fotocopy sekolah” | “sekolah dimana de?” | “SMA 2, Pak”.

Transaksi tukar menukar sudah selesai, aku kurang mengerti juga kenapa menukar uang saja cukup banyak ditanyai. 😀

Kembali tiba disekolah..

Kami menyerahkan uang tersebut untuk Pak Rudy.  Beliau menyodorkan kertas & spidol hitam dan menyuruh Dyta menulis ‘pengalaman tadi’ (yang ditulis ialah nominal uang yang bisa ditukar).

Inti kisah panjang ini adalah pengalaman kami.

Setidaknya sekarang kami bukan orang awam lagi dalam menukar uang.

Kami tahu.. “1 Bal 500an yang ditukar nilainya 12.500 rupiah, untuk 200 dan 100 rupiah harus 1 kotak dengan nilai 200 ribu rupiah”. Oh iya…. “menukar uang kertas juga bisa, tapi harus dipisahkan antara uang yang sudah jelek, setengah jelek, dan bagus”, hal ini aku tahu dari temanku yang mamahnya adalah bendahara gereja dan sering menukar uang”. “menukar uang receh menjadi uang besar caranya, uang yang warna kuning dan putih dipisahkan dan dikelompokkan sesuai dengan masing-masing nominalnya, karena akan dihitung dengan mesin”. Dulu saat tidak tahu, malah memplester  uang receh tersebut menjadi masing-masing senilai 1000 rupiah. Ternyata hal itu SALAH.

Bank Indonesia juga saat kami datangi tadi dipenuhi oleh orang yang menukar uang menjadi pecahan 5000 dan 2000an, sepertinya karna momen puasa ini. Selama Bulan Ramadhan, menukar uang bisa dilakukan diloket bank-bank lainnya. Di BI itu sendiri buka dari hari senin-jumat, sampai pukul 11.30 WIB.

 

~Sekian Pengalamannya~

mengisi liburan

akhirnya greget nulis datang lagi..

kali ini dalam suasana akhir pekan ke- 2 liburan akhir semester. Pastinya banyak teman-teman yang udah liburan keluar kota atau kedalam desa, kemana-mana deh pokoknya.

kalau dilihat lewat TL (timeline) twitter yang berisi kicauan dari yang pada lagi asik liburan banyak yang ke Jogja, ke Bali, dsb.

Jangan berkecil hati buat yang stay dirumah aja 🙂 Didalam kota masih ada tempat buat mejeng-mejeng menghibur lara sekaligus ngabisin ongkos atau tanpa ongkos haha 😀

misalnya nih buat teman-teman yang selama libur pengen usaha punya body kurus tinggi langsing  atau sixpack kekar berotot bisa olahraga di area jogging didepan kantor DISPORA (Palangkaraya) dekat Bundaran Besar, yang sebenarnya ini adalah jalan raya yang khusus ditutup untuk sore hari dan minggu pagi. kurang begitu ingat nama jalan tersebut, jalan Brigjen Katamso (?) mungkin, aaah sorry lupa~

disitu tuh bisa jogging, bisa sepedaan, bisa lompat-lompat, jungkir balik suka-suka 😀 . kebanyakan dipenuhi oleh kegiatan jogging. Selain jogging ada nih komunitas sepatu roda yang banyak juga diminati. Ngga mau kalah dengan yang lain, komunitas SKATE juga turut menunjukan aksi nya~ 

Suasana sangat ramai dan membaur, sejauh ini juga aman terkendali! Buat eneng-eneng yang pengen ikutan senam gratis juga tersedia didepan gedung KONI, yang dipimpin langsung oleh instruktur senam! Dimulai pukul 4 sampai pukul 5 sore 😀

Dulu waktu sering kesana sabtu sore, biasa nya ada komunitas pemelihara anjing, dari yang cute sampai yang grrrr galak..! 

ASYIK BANGET kan~ 😀 gratis ngga pakai bayar! Olahraga sambil kongkow-kongkow bareng teman sekalian cuci mata. Tempat ini diminati oleh setiap kalangan, dari anak muda, keluarga bahagia (Ayah, Ibu dan Anak), dan yang menjelang lanjut usia. 🙂

haus? lapar? disekitar situ juga ada jajanan dan minuman ala gerobak paman! Tapi tetap hati-hati ya jangan jajan sembarangan kata mamah. HAHA

selain setiap sore, area ini juga ramai saat minggu pagi, bertepatan dengan jam car free day. 

menurutku nih yang bisa dibilang sering berkunjung kesitu, paling enak jogging pagi-pagi sekali di hari libur beneran alias orang kantor juga libur 😀 karna udaranya masih segar dan mentari pagi cukup menghangatkan 🙂

entah sejak kapan jalan tersebut dijadikan area jogging dan bagaimana sejarahnya, yang pasti tempat ini udah bertahan lama… yang belum pernah kesana, bisa deh dicoba sekali-sekali.

Sampai Bertemu!!! 🙂

sekilas amarah tak tertanggapi

saat dunia mulai berubah akibat globalisasi
perilaku mulai tak terkendali
harta dianggap lebih berarti

saat keadilan tak ditinggikan lagi
keluarlah pemikiran bahwa semua bisa dibeli
para petinggi negeri pun berbuat keji

saat kegagalan terjadi
rasa sedih menghinggapi
jiwa optimisme terbang tinggi
diganti jiwa pesimis yang menghampiri

uang dan jabatan mulai beraksi
kalahkan manisnya kemurnian dan kejujuran hati

apa begini dunia ini ?
dan siapa yang mampu memperbaiki?

suatu resahku

ini puisi yang dibuat saat galau penjurusan semasa kelas X dulu. simak “suatu resahku”. cekidot! :p

 

diri ini dilanda kebingungan
memilih antara kawan dan masa depan
menentukan antara yang baik dan yang terbaik


terbang bebas pikiranku melayang tuk tentukan ingin menjelajah kearah mana


pikiran penuh otakku buntu
antara kata hati dan akal budi


bisik sana sini pengaruhi tujuan diri
disana berkata begitu
disini berkata lain


hati ku berkecamuk dibuatnya
dilemaku tiada tara
hanya bisa lampiaskan lewat tulisan ini


berharap Tuhan mendengar keresahanku
agar ku ditunjukan mana yang baik dan yang terutama

Merah Putih

nilaimu begitu berharga
para pejuang tanpa kenal menyerah dan tak gentar akan penjajah agar kau berjaya
begitu banyak tumpah darah dan air mata agar hanya kaulah yang berkibar ditanah air Indonesia
kibaranmu lambangkan kemerdekaan bangsa
kibaranmu kobarkan jiwa patriotisme dan nasionalisme
kau akan selalu kami junjung tinggi
karna kami anak bangsa sang pembela engkau, wahai merah putih tercinta !